Rabu, 13 Maret 2019

Tentang Danau Gunung Tujuh

Tentang Danau Gunung Tujuh

Danau ini berada di puncak Gunung Tujuh dan merupakan salah satu danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara dengan luas sekitar 960 hektar dan berada pada ketinggian 1.950 meter di atas permukaan laut. Lokasi danau ini berada di Desa Pelompek, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi. 

Diberi nama Danau Gunung Tujuh, karena danau ini dikelilingi oleh barisan pegunungan yang berjumlah tujuh buah yaitu Gunung Tujuh (2.735 mdpl), Gunung Jar Panggang (2.469 mdpl), Gunung Madura Besi (2.418 mdpl), Gunung Hulu Tebo (2.525 mdpl), Gunung Lumut (2.350 mdpl), Gunung Hulu Sangir (2.330 mdpl) dan Gunung Selasih (2.230 mdpl).

Untuk menuju ke Danau Gunung Tujuh kita harus ke Basecamp Kerinci dulu karena memang masih satu rute perjalanan. Titik awal keberangkatan ane dan teman ane yaitu dari Jakarta dengan tujuan akhir Basecamp Kerinci di Desa Kersik Tuo. Ane memilih transportasi dengan pesawat agar lebih menghemat waktu. Untuk menuju basecamp sebenarnya ada dua opsi yaitu via Jambi atau Padang. Ane sendiri lebih memilih lewat Padang dengan pertimbangan perjalanan darat menuju basecamp lebih cepat dan jalurnya juga lebih bagus. Fyi, jika lewat Jambi butuh waktu sekitar 8 jam untuk sampai ke Basecamp Kerinci sedangkan jika melewati Padang waktu tempuh lebih singkat yaitu sekitar 6 jam saja.

Langit Padang di pagi hari

Perjalanan dari Bandara Minangkabau menuju Basecamp Kerinci bisa ditempuh dengan travel. Disana banyak jasa travel yang khusus melayani perjalanan Padang-Kersik Tuo dengan biaya per orang bervariasi sekitar 150.000 - 200.000 rupiah. Jasa travel satu mobil akan berangkat dengan minimal 4 orang penumpang, jadi kalau masih 3 orang ya bakal nunggu dulu (tapi hal ini jarang terjadi, yang ada malah travel sering penuh apalagi kalau musim liburan). 

Tips

Rencanakan secara matang dari jauh-jauh hari dan buatlah timeline yang jelas.
Pesan tiket pesawat lebih awal agar dapat harga yang murah, syukur kalau ada promo (disarankan pesan PP).
Pilihlah jadwal penerbangan pagi (makasimal jam 9 sudah di Padang) agar bisa langsung menuju Kersik Tuo dan sampai disana sebelum petang.
Pesanlah travel paling telat H-3 sebelum keberangkatan untuk mengantisipasi jika travel sudah penuh dan agan juga tidak terlantar di bandara. Ane juga menyaran untuk sekalian pesan travel untuk nanti saat akan balik ke Padang.
Pesanlah homestay paling telat H-7 sebelum keberangkatan untuk tempat singgah dan beristirahat sebelum memulai trekking/pendakian.

Setelah sampai di Kersik Tuo pada sore hari langsung saja menuju homestay yang sudah dipesan untuk beristirahat karena trekking akan dilakukan pada esok harinya. Biaya semalam sekitar 80.000 rupiah sudah termasuk makan dan kalian bisa tidur pulas di kasur. Mau pilih homestay yang mana? bebas saja sesuai selera dan budget.

homestay tempat ane singgah

penampakan dalam rumah

Pada malam hari sebaiknya dipersiapkan dulu 'alat tempur' yang akan dipakai untuk trekking biar pagi harinya lebih santai dan tidak buru-buru. Oke, selamat tidur.

Alat dan perlengkapan

Ransel kecil
Pakaian outdoor (lebih disarankan)
Sandal/sepatu gunung
Gaiter (opsional)
P3K
Jas hujan/ponco
Konsumsi
Kamera

Jika berencana camping bawa juga alat berikut ini

Tas carrier (cukup 1 saja untuk 1 rombongan 3 orang)
Jaket yang hangat
Tenda & perlengkapannya
Alat penerangan & senter
Alat masak/nesting
Pakaian ganti

pemandangan dari depan homestay

Tugu Macan

Di pagi hari, ane sarankan untuk bangun lebih awal agar bisa jalan-jalan menikmati indahnya pemandangan alam di Desa Kersik Tuo. Udaranya pun sangat sejuk bau khas kebun teh. Pengen rasanya menghirup udara seperti ini setiap hari di Jakarta. Jika sudah cukup puas saatnya kembali ke homestay untuk persiapan perjalanan ke Danau Gunung Tujuh.

Pagi hari setelah persiapan sudah oke, mulailah berangkat ke Gunung Tujuh, tapi ingat jangan lupa sarapan dulu ya. Dari Basecamp Kerinci menuju Pos Gunung Tujuh  bisa ditempuh sekitar 30 menit dengan kendaraan. Lokasi Gunung Tujuh ini masih satu kecamatan dengan Basecamp Kerinci tapi berbeda desa. Ada banyak opsi untuk menuju kesana, bisa pakai ojek, angkot, ataupun carter. Ane sendiri menyarankan carter mobil dengan pertimbangan menghemat waktu dan biaya, juga cukup murah hanya 10.000 rupiah saja per orang. Setelah sampai langsung mendaftar di pos lapor dengan membayar biaya 7.500 rupiah dan mulailah trekking menuju danau yang berada di puncak gunung tersebut.

Pos Pendakian Gn. Tujuh

garis start pendakian

Jalur pendakian di gunung ini sangat jelas jadi jangan khawatir tersesat. Untuk sampai ke puncak (2.735 mdpl) dibutuhkan waktu 2-3 jam perjalanan dengan medan yang awalnya datar namun lama-kelamaan kalian akan menemui medan yang cukup terjal. Jalur pendakian cukup rimbun dan dihiasi dengan banyak pepohonan jadi lumayan bisa melindungi dari sinar matahari. Karena ane dan rombongan hanya trekking sehari saja (sorenya langsung turun) jadi butuh waktu sekitar 2 jam saja untuk sampai puncak karena tanpa membawa barang bawaan yang berat. Untuk menuju danau, kalian bisa berjalan 15 menit dari puncak melewati jalur turunan. Tapi harap berhati-hati karena jalurnya cukup curam dan licin.

Setelah sampai di danau kalian bisa bersantai menikmati keindahan alamnya. Bagi yang mau main air alias mandi juga bisa asal bisa berenang, atau mau muter-muter keliling danau juga bisa dengan menyewa perahu dayung milik warga lokal. Penting : jangan nyampah, bawalah sampah kalian saat turun dan buang di tempat yang telah disediakan di pos lapor pendakian.

jalur pendakian

puncak

Danau Gunung Tujuh

danau lagi

masih danau

bapak-bapak yang menyewakan perahu dayung

mulai mendung

penampakan perahu dayung

muter keliling danau

Setelah puas seharian menikmati keindahan Danau Gunung Tujuh, ane langsung turun saat waktu menjelang sore. Waktu yang diperlukan lebih singkat hanya sekitar 1 jam saja. Jam menunjukkan pukul 5 sore saat sampai di pos lapor dan disana ane beserta rombongan sudah ditunggu mobil carteran untuk kembali ke Basecamp Kerinci agar bisa beristirahat dan memulihkan tenaga karena pada hari berikutnya ane dan rombongan akan mendaki Gunung Kerinci.

Nah sampai disini cerita perjalanan ane saat melancong ke Danau Gunung Tujuh. Setelahnya kalian bebas mau langsung pulang atau mau lanjut membolang lagi, tapi kalau rencana ane dan rombongan sih mau lanjut ke Gunung Kerinci dan Danau Kaco lalu ditutup dengan main di Kota Padang dan Bukittinggi. Next time kalau ada waktu bakal ane share juga untuk cerita lanjutannya. Hehe..

Tips

Carterlah mobil pada malam hari sebelum keberangkatan untuk PP Basecamp-Pos Gunung Tujuh (kalian bisa minta kontaknya ke pemilik homestay karena rata-rata orang menyediakan jasa carter juga warga sekitar).
Berangkatlah saat pagi hari biar kalian bisa lebih puas saat bermain di danau.
Jika punya waktu yang lebih longgar, ane sarankan untuk camping di tepi Danau Gunung Tujuh (ane saja rada menyesal karena tidak camping disini).

Untuk tips trekking

Persiapkan fisik dan mental dengan baik.
Utamakan keselamatan karena kita berada di alam.
Gunakan perlengkapan outdoor (sangat disarankan).
Bawalah barang secukupnya (disesuaikan apakah mau sehari saja atau mau sekalian camping).
Pilih kunjungan saat musim kemarau.
Dilarang mendaki sendiri, jika kalian memang seorang solo traveller lebih baik cari barengan dari rombongan lain saat akan trekking (percaya saja, pasti ada barengannya deh).

Quote:Rincian biaya yang dibutuhkan (hanya untuk trip ke Danau Gunung Tujuh saja dengan starting point Jakarta).
Tiket pesawat CGK-PDG PP : Rp 1.050.000 (Ane dapet promo yang pas berangkatnya)
Travel Padang-Kersik Tuo PP : Rp 330.000
Homestay semalam : Rp 85.000
Snack & logistic : Rp 150.000
Carter angkot ke Gn. Tujuh PP : Rp 20.000
Retribusi : Rp 7.500
Total biaya : Rp 1.642.500

sumber:

https://m.kaskus.co.id/thread/5bd3e7fdddd770d7088b4567/coc-travellers-cerita-perjalanan-ke-danau-gunung-tujuh-aslinyalo/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar