Rabu, 13 Maret 2019

BERDIAM DI PUNCAK GUNUNG

MERDEKALAH JIWA YANG TERJAJAH

(Surabaya-Lombok-Sumbawa)

Berbaringlah di pasir pantai

Kau akan ditemani ombak dan nyiur melambai

Tidak perlu tebar pesona

Senja di sekitarmu sudah mempesona

Lalu duduklah di bawah bintang

Kau akan ditemani padang rumput yang membentang

Tidak perlu merasa terusik

Ayun daun akan menyapamu dengan saling berbisik

Lalu jongkoklah sekadar untuk menciumi kelopak bunga

Berjalan untuk mendengar kecibak hujan

Berlari mengejar daun gugur

Berdiri setelah lelah di pematang sawah

“Merdekalah jiwa yang terjajah”

“Merdekalah jiwa yang terjajah”

Berdiam di puncak gunung

Menunggu surya terbit atas salam pagi pada pertiwi

Yang selalu ramah memeluk pergantian usia

Di atas bumi yang menyapa saat awal tangis menggema

Riang bersorak bangkit menyambut kita

Sebagai darah yang saling terikat dalam keutuhan nusantara

Nusa, bangsa, bahasa, terakui dalam naungan persada

Ragam yang berpadu

Beda yang menyatu

“Merdekalah jiwa yang terjajah”

“Merdekalah jiwa yang terjajah”

Di atas tanah yang mengandung jejak sejarah

Pejuang yang membela dalam tumpah darah

Sudah saatnya kita yang bersumpah

Menjaga tahta negara dalam damai

Tanpa risau huru-hara

Agar kita bisa tetap menikmati senja

Menyesap hawa pagi

Memetik bintang-bintang

Menyelam samudera

Menjelajah hutan-hutan

Berkarya, bekerja, berkarir, bermimpi, bercita-cita

Berdesakan tanpa takut terhimpit keadaan

Penuh syukur di bumi tercinta

INDONESIA

“Merdekalah jiwa yang terjajah”

“Merdekalah jiwa yang terjajah”

Indonesia

Tempat kita dilahirkan

Indonesia

Tanah kita dikebumikan

...

sumber:

http://traveltime-ku.blogspot.com/2018/06/suar-aksara-5-merdekalah-jiwa-yang.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar