MERDEKALAH JIWA YANG TERJAJAH
(Surabaya-Lombok-Sumbawa)
Berbaringlah di pasir pantai
Kau akan ditemani ombak dan nyiur melambai
Tidak perlu tebar pesona
Senja di sekitarmu sudah mempesona
Lalu duduklah di bawah bintang
Kau akan ditemani padang rumput yang membentang
Tidak perlu merasa terusik
Ayun daun akan menyapamu dengan saling berbisik
Lalu jongkoklah sekadar untuk menciumi kelopak bunga
Berjalan untuk mendengar kecibak hujan
Berlari mengejar daun gugur
Berdiri setelah lelah di pematang sawah
“Merdekalah jiwa yang terjajah”
“Merdekalah jiwa yang terjajah”
Berdiam di puncak gunung
Menunggu surya terbit atas salam pagi pada pertiwi
Yang selalu ramah memeluk pergantian usia
Di atas bumi yang menyapa saat awal tangis menggema
Riang bersorak bangkit menyambut kita
Sebagai darah yang saling terikat dalam keutuhan nusantara
Nusa, bangsa, bahasa, terakui dalam naungan persada
Ragam yang berpadu
Beda yang menyatu
“Merdekalah jiwa yang terjajah”
“Merdekalah jiwa yang terjajah”
Di atas tanah yang mengandung jejak sejarah
Pejuang yang membela dalam tumpah darah
Sudah saatnya kita yang bersumpah
Menjaga tahta negara dalam damai
Tanpa risau huru-hara
Agar kita bisa tetap menikmati senja
Menyesap hawa pagi
Memetik bintang-bintang
Menyelam samudera
Menjelajah hutan-hutan
Berkarya, bekerja, berkarir, bermimpi, bercita-cita
Berdesakan tanpa takut terhimpit keadaan
Penuh syukur di bumi tercinta
INDONESIA
“Merdekalah jiwa yang terjajah”
“Merdekalah jiwa yang terjajah”
Indonesia
Tempat kita dilahirkan
Indonesia
Tanah kita dikebumikan
...
sumber:
http://traveltime-ku.blogspot.com/2018/06/suar-aksara-5-merdekalah-jiwa-yang.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar